Menunda
Tugas, Siapa yang Tidak Pernah?
Sebagai mahasiswa, menunda tugas hingga menit terakhir adalah cerita lama
yang mungkin sudah sering kita dengar atau bahkan kita alami sendiri. Entah itu
karena merasa tugas terlalu sulit, kurang menarik, atau sekedar lebih memilih
bersantai terlebih dahulu. Prokrastinasi akademik telah menjadi fenomena yang
umum. Namun, apa sih sebenarnya yang membuat kita menunda-nunda tugas? Dan
bagaimana dampaknya terhadap kehidupan kita sebagai mahasiswa?
Apa
itu Prokrastinasi Akademik?
Menurut Steel (dalam Lantang, 2024), prokrastinasi akademik
didefinisikan sebagai perilaku menunda pekerjaan secara sengaja, meskipun
individu menyadari adanya konsekuensi negatif yang dapat timbul akibat
kebiasaan tersebut. Prokrastinasi akademik adalah sebuah bentuk penundaan oleh
mahasiswa dalam memulai atau menyelesaikan tugas-tugas akademik hingga
mendekati atau melebihi tenggat waktu yang telah ditentukan meskipun menyadari
konsekuensi negatif dari penundaan tersebut. Prokrastinasi akademik ditandai
dengan adanya penundaan tugas secara berulang, kesulitan memulai tugas karena
kewajiban lain atau tingkat kesulitan tugas yang tidak dapat dicapai, dan
adanya aktivitas lain yang lebih menarik untuk dilakukan daripada mengerjakan
tugas akademik. Individu yang melakukan prokrastinasi disebut sebagai
prokrastinator.
Menelusuri
Penyebab Prokrastinasi Akademik : Hasil Survey
Berikut
merupakan beberapa alasan mengapa mahasiswa sering menunda tugas, berdasarkan
hasil survey pada 50 mahasiswa Universitas X.
- Motivasi Tenggat Waktu. Banyak
mahasiswa merasa lebih bersemangat untuk mengerjakan tugas ketika tenggat
waktu sudah dekat. Perasaan tertekan ini justru dianggap sebagai pemacu
semangat. Sebanyak 66% responden setuju dan 8% sangat setuju terkait
pernyataan ini. Pernyataan ini didukung dengan penelitian oleh (Putri
& Gumiandari, 2022), menyatakan bahwa mahasiswa akan merasa lebih
produktif ketika mengerjakan tugas ketika mendekati deadline karena waktu
yang terbatas akan memacu cara berpikir untuk menghasilkan ide dan menyelesaikan
tugas dengan cepat. Melalui hal tersebut, kebiasaan prokrastinasi ini akan
cenderung berulang.
- Distraksi Aktivitas Lain. Media
sosial, bermain ponsel, atau sekadar bersantai sering kali lebih menarik
perhatian dibandingkan menyelesaikan tugas. Menurut penelitian
oleh (Hayani et al., 2022) penggunaan internet yang berlebihan
dapat mengurangi fokus dan waktu yang tersedia untuk menyelesaikan tugas.
Sebanyak 52% responden setuju dan 40% responden sangat setuju terkait
pernyataan ini.
- Rasa Tidak Percaya Diri. Beberapa
mahasiswa merasa ragu terhadap kemampuan diri mereka dalam menyelesaikan
tugas. Takut gagal atau mendapatkan hasil yang tidak sesuai harapan juga
menjadi salah satu penyebab utama mahasiswa melakukan prokrastinasi
akademik (Maulidya et al., 2024). Terdapat 54% responden yang setuju
terkait hal ini.
- Pola Pikir yang Salah. Beberapa
mahasiswa tetap merasa santai dan menganggap keterlambatan bukan masalah
besar. Sikap ini sering kali menjadi pemicu kebiasaan prokrastinasi yang
sulit diubah. Sebanyak 30% responden setuju, bahkan 16% responden sangat
setuju pada pernyataan “Saya cenderung tidak masalah jika harus mengalami
keterlambatan dalam mengumpulkan tugas."
Pola
Prokrastinasi yang Sering Terjadi
Berdasarkan
survey, ada pola-pola tertentu yang sering muncul pada mahasiswa yang mengalami
prokrastinasi akademik, yaitu.
- Sistem Kebut Semalam. Mahasiswa
cenderung menyelesaikan tugas mendekati tenggat waktu, bahkan semalam
sebelum pengumpulan. Meskipun berhasil diselesaikan, kualitas tugas sering
kali tidak optimal.
- Menunda Tugas Sulit. Ketika
merasa tugas terlalu sulit atau kompleks, mahasiswa cenderung menghindari
untuk mulai mengerjakannya.
- Mengabaikan Rencana Awal. Meski
sudah membuat jadwal, banyak mahasiswa terganggu oleh hal-hal lain
sehingga rencana awal untuk menyelesaikan tugas menjadi terbengkalai.
Prokrastinasi
Mahasiswa: Hasil Survey
Berdasarkan
hasil survei pada 50 responden di universitas X menunjukkan bahwa terdapat
beberapa pola menarik tentang kebiasaan mahasiswa dalam menyelesaikan tugas :
- Seberapa Sering Menunda. Sebagian
besar mahasiswa mengaku sering menunda tugas mereka. Berdasarkan
kuesioner, 68% responden menyatakan sering menunda tugas, sementara 6%
responden selalu menunda hingga mendekati tenggat waktu.
- Penentuan Prioritas. Sebanyak
46% responden memilih menyelesaikan tugas yang lebih mudah terlebih
dahulu, sedangkan 42% responden langsung mengerjakan tugas paling penting.
- Tenggat Waktu. Sebanyak
30% responden mengaku menyelesaikan tugas mendekati tenggat waktu dengan
rasa panik, sementara 4% lainnya tetap santai meskipun mendekati deadline.
Dampak
Prokrastinasi Akademik
Menunda-nunda
tugas akademik akan banyak menimbulkan dampak negatif, diantaranya :
- Stres dan Kecemasan. Menunda
tugas hingga menit terakhir dapat meningkatkan tekanan mental.
- Penurunan Kualitas Tugas. Tugas
yang dikerjakan terburu-buru sering kali memiliki kualitas yang kurang
baik sehingga nilai yang dihasilkan juga akan kurang maksimal.
- Keseimbangan Hidup Terganggu. Prokrastinasi
menyebabkan waktu tidur terganggu, yang pada akhirnya memengaruhi
kesehatan secara keseluruhan, seperti mengalami stress dan depresi.
Strategi
untuk Mengatasi Prokrastinasi Akademik
Berdasarkan dampak-dampak tadi, lalu bagaimana cara mengatasi
prokrastinasi akademik? Melalui hal itu, mahasiswa dapat mencoba beberapa
strategi berikut.
- Coba list tugas Anda berdasarkan
tingkat kepentingannya, seperti mengerjakan tugas yang lebih
mendekati tenggat waktu terlebih dahulu.
- Terapkan 5 minute rule,
yaitu memaksakan mengerjakan tugas dalam 5 menit pertama. Penelitian
oleh (Setiawan & Faradina, 2018) menemukan bahwa mahasiswa
yang menerapkan strategi 5-minute rule menunjukkan
penurunan signifikan dalam perilaku prokrastinasi akademik. Hal ini
disebabkan karena setelah memulai mengerjakan tugas dalam waktu 5 menit,
mahasiswa cenderung akan terus melanjutkan pengerjaan tugas tersebut.
- Coba fokus pada penyelesaian tugas dengan tidak membandingkan hasil dengan orang lain dan tidak menuntut kesempurnaan.
- Gunakan aplikasi pengatur tugas,
seperti Notion, To do List atau Focus Booster.
- Batasi sosial media dengan fitur pengingat atau aplikasi pemblokir notifikasi agar konsentrasi dalam mengerjakan tugas
Prokrastinasi akademik adalah kebiasaan yang dapat menghambat keberhasilan mahasiswa. Memahami penyebab dan dampaknya adalah langkah awal untuk mengatasinya. Dengan manajemen waktu yang baik, motivasi yang tepat, dan kepercayaan diri, kebiasaan ini dapat diminimalkan. Prokrastinasi mungkin sulit dihindari sepenuhnya, tetapi perubahan kecil, seperti menyelesaikan satu tugas lebih awal, dapat menjadi awal dari kebiasaan baru yang lebih positif. Jadi, kapan Anda akan mulai melawan prokrastinasi?
Author : Vania Fidella
Dosen Pembimbing :
Daftar Pustaka
Hayani,
S., Dahlia, D., Khairani, M., & Amna, Z. (2022). Kecanduan Internet dan
Prokrastinasi Akademik pada Mahasiswa. Seurune : Jurnal Psikologi
Unsyiah, 5(2), 177–208.
https://doi.org/10.24815/s-jpu.v5i2.27441
Lantang,
C. F. (2024). Perbedaan Tingkat Prokrastinasi Akademik Pada Mahasiswa Ditinjau
Berdasarkan Jenis Kelamin Differences in Levels of Academic Procrastination in
Students Based on Gender Abstrak. Character Jurnal Penelitian Psikologi, 11(02),
1116–1126. https://doi.org/https://doi.org/10.26740/cjpp.v11n2.p1116-1126
Maulidya,
D. *, Mawarpury, M., & Rachmatan, R. (2024). Ketakutan akan Kegagalan dan
Prokrastinasi pada Mahasiswa Bidikmisi. Syiah Kuala Psychology Journal, 2(1),
2024.
Putri, Cut Andiyani Priatna, & Gumiandari, S. (2022). Hubungan Konsep Diri dan
Prokrastinasi Akademik dengan Prestasi Akademik Mahasiswa. Edukasi
Nonformal, 2(2), 554–569.
Setiawan,
H. P., & Faradina, S. (2018). Perfeksionisme dengan Prokrastinasi Akademik
dalam Menyelesaikan Skripsi pada Mahasiswa Universitas Syiah Kuala. Seurune :
Jurnal Psikologi Unsyiah, 1(2), 20–36.
https://doi.org/10.24815/s-jpu.v1i2.11570
